Penganugerahan Piala Kejuaraan Madrasah Utara ( nJMA )

Jakarta, 26 November 2025, Kementerian Agama Kota Jakarta Utara mengadakan penganugerahan kepada Madrasah Swasta yang mendapatkan kejuaraan pada berbagai lomba akademik maupun non akademik se Jakarta Utara. Penmad, Syamsurial, M.Pd yang menjadi inspirasi adanya kegiatan ini dan  dipelopori oleh Tiga Serangkai, sehingga acara berjalan lancar dan sukses.

Acara dibuka langsung oleh  Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Adib, M.Ag. yang didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hj. Viola Cempaka, S.E., M.Pd., Kepala Kemenag Kota Jakarta Utara, Mawardi Abdul Gani S.Ag serta Kepala Madrasah Negeri dan Swasta se Jakarta Utara.

Saatnya Madrasah Swasta bangkit dan titik awal untuk maju bersama di Jakarta Utara, jadikan madrasah sebagai garda terdepan memajukan Jakarta. Dicermati pola metodologi dan bedah kurikulum yang tepat untuk mengajarkan anak-anak bangsa yang cerdas dalam ilmu, santun dalam berakhlak, menuju masa depan yang sukses dan bahagia, ungkap Mawardi. Tujuan diadakannya nJMA khusus Utara, untuk mendongkrak prestasi madrasah Swasta, agar mampu bersaing dengan madrasah Negeri di DKI Jakarta. Di Utara sejumlah  273 madrasah  diharapkan mampu meningkatkan  prestasi baik di Tingkat RA, MI, MTs maupun MA agar mampu bersaing dengan seluruh madrasah yang ada di Wilayah DKI Jakarta.

Madrasah merupakan buah partisipasi dari masyarakat yang diselenggarakan oleh swasta. Banyak dari alumni madrasah menjadi orang-orang hebat dan berprestasi. Bangga menjadi warga madrasah. Madrasah bukan sekedar sekolah biasa namun dibalik itu mampu bersaing dan berkompetisi dengan negeri bahkan mendunia. Dalam sambutan Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta menyampaikan bahwa dalam memajukan madrasah tentunya ada beberapa tantangan harus dihadapi : (1). Budaya masyarakat Jakarta yang metropolitan, gemerlap, hedonisme, materialistik dan konsumtif dapat menghalangi kemajuan madrasah kedepannya. Perlu ada kerja sama dalam masyarakat untuk menetralisir pengaruh negatif dari pergaulan remaja demi masa depan bangsa yang baldatun thoyyibatun warabbun ghafuur. (2). Finansial dalam arti harus mencari dana sendiri,untuk tenaga pengajar di madrasah agar tetap exis dan bangkit lebih baik lagi dalam mengajar anak-anak yang agamais, sehingga akan terbentuk akhlakul karimah yang diharapkan. Dengan demikian alumni madrasah sebagai pemimpin dimasa akan datang. Negeri dan swasta sama-sama bangkit untuk mencerdaskan anak-anak bangsa, ujar Adib.

Harapan kita semua anak madrasah mampu menghafal jus 30, 29 dan Juz 28 baik dari MI, MTs maupun MA sebagai bekal masa depan yang islami dan membentengi diri dari hal negatif serta pengaruh pergaulan bebas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *